TEGAL – Anggaran untuk KONI Kota Tegal, yang semula diberikan Rp 4 miliar, dipangkas Rp 1 miliar, karena kebijakan rasionalisasi Pemerintah Kota Tegal.
“Semestinya anggaran keolahragaan untuk KONI disediakan sekitar Rp 4 miliar. Tetapi karena kebijakan rasionalisasi, terpangkas Rp 1 miliar dan menyisakan anggaran Rp 3 miliar,” kata Ketua KONI Kota Tegal, Supardi, dalam rapat pengurus, Kamis (11/7).
Menurut dia, meski terjadi pengurangan anggaran, namun untuk kegiatan cabang olah raga (cabor) yang ada tidak terkendala.
“Untuk pengurangan anggaran di kegiatan yang bersifat pengadaan peralatan. Sedangkan untuk pelatihan, atlet serta kegiatan try in maupun try out tetap bisa dilaksanakan,” katanya.
Supardi menyampaikan, di tahun 2024 juga terdapat kegiatan monitoring untuk Pekan Olahraga Nasional (PON). Untuk kegiatan try in dan try out beberapa cabor sudah dilaksanakan.
Oleh karena itu, Supardi meminta pengurus untuk secara bergilir melakukan monitoring terhadap cabor yang belum melaksanakan try in dan try out.
“Untuk rapat kerja akan dilaksanakan bulan Oktober,” tegasnya.
Selain itu, juga akan dilaksanakan studi banding ke Surabaya, Malang, Sidoarjo dan Kediri. Hal itu dilaksanakan dalam rangka peningkatan kapasitas serta peningkatan prestasi para atlet Kota Tegal.
Wakil Ketua KONI, Sutari menyampaikan dari hasil koordinasi untuk pengadaan mobil operasional sudah dilaksanakan. Diharapkan sarpras tersebut bisa menunjang kegiatan para atlet.
“Untuk studi banding daerah tujuan yakni ke wilayah yang selama ini prestasi olahraganya lebih baik, sehingga bisa belajar untuk semakin baik,” katanya.