TEGAL – Enam atlet menembak Kota Tegal dipastikan lolos mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun 2026 di Semarang, setelah mengantongi tiket dalam kualifikasi Pra Porprov di GOR Jatidiri Semarang baru-baru ini.
Pelatih menembak Kota Tegal, Bambang Prayitno mengatakan, dari tujuh atlet yang dikirim untuk mengikuti kualifikasi Pra Porprov Jawa Tengah XVII, enam di antaranya berhasil melaju ke Porprov 2026. Mereka adalah Nisa Shofwa Auliya, Nilam Fairuzah Fauzi, Ulil Niam Azzahro, Brian Dwi Putra Sulistiyono, Muhammad Rizki Trita Anandira dan Muhammad Rofi Saifullah.
Para atlet yang masih duduk di bangku SMP dan SMA ini turun pada nomor tanding menembak dengan menggunakan pistol angin (air pistol) pada jarak 10 meter. Dari masing-masing ketepatan bidikan target, Prayitno menyebut bahwa para atlet masih perlu mengasah kemampuannya secara rutin.
“Alhamdulillah Porprov 2026 kita akan mengirimkan enam atlet, setelah kemarin tujuh atlet (empat putra dan tiga putri) mengikuti kualifikasi pada 6-10 Agustus 2025 di Semarang,” ucap Prayitno, Kamis (14/8).
Menurutnya, atlet beregu putra air pistol 10 meter Kota Tegal, harus berbangga berada di peringkat ketiga setelah tersingkir oleh atlet Pelatnas Kota Semarang selaku tuan rumah. Sementara pada nomor individu, putri air pistol 10 meter, Nisa Shofwa Auliya mampu meraih 546 poin dan membawa pulang medali perak.
Sedangkan atlet beregu putri, berada di peringkat empat karena kalah dari tuan rumah dan atlet Banyumas.
Meski begitu, Prayitno mengaku bangga dan mengapresiasi kerja keras anak didiknya. Terlepas dari Porprov, atlet menembak Kota Tegal juga mampu mengharumkan nama daerah pada ajang Kejuaraan Provinsi dan Popda 2025 dengan dana pribadi.
“Empat atlet kami memborong empat medali yang terdiri atas satu emas, satu perak dan dua perunggu pada Kejurprov Menembak Junior dan Popda Jateng 2025. Event ini sekaligus untuk menambah jam terbang mereka dalam menghadapi Porprov 2026,” jelasnya.
Lebih lanjut Prayit menuturkan, porsi latihan menjelang Proprov 2026 akan lebih dimaksimalkan, karena pihaknya memiliki target untuk meraih medali emas. Saat ini, para atlet menembak Kota Tegal menjalani latihan setiap hari Rabu, Jumat dan Minggu.
Meski tempat latihan menembak di GOR Wisanggeni belum memenuhi standar, namun Prayit mengoptimalkan fasilitas yang ada.
“Tempat latihan kita masih sangat jauh dari standarisasi, tidak seperti di Jakarta maupun Semarang. Semoga Pemerintah Kota Tegal bisa memberikan perhatian dan solusi,” harapnya.
Minta dispensasi
Empat bulan menjelang Porprov Jateng XVII, Prayit mengaku akan mengajukan surat keringanan atau dispensasi kepada masing-masing sekolah para atlet menembaknya. Sebab, jam latihan saat ini masih belum maksimal karena para atlet harus pulang sekolah hingga sore hari.
“Kurang empat bulan mendekati Porprov akan diajukan dispensasi untuk persiapan, agar hasilnya maksimal. Karena lawan-lawan kita nanti merupakan atlet Pelatda dan Pelatnas,” pungkasnya.