TEGAL – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tegal, Supardi, menghadiri pelantikan dan pengukuhan pengurus Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) Kota Tegal masa bakti 2026-2030 di Lapangan Costa Padel, Kota Tegal, Selasa 27 Januari 2026.
Dalam kesempatan itu, Supardi berharap olahraga padel dapat berkembang pesat di Kota Bahari dan melahirkan atlet-atlet berprestasi, seiring dengan proses bergabungnya PBPI ke dalam keanggotaan KONI.
Menurut Supardi, PBPI merupakan cabang olahraga baru yang secara administrasi saat ini masih dalam proses pendaftaran di KONI Jawa Tengah.
“Secara administrasi memang masih menunggu dan kami berharap bisa segera bergabung. Perkembangan padel sangat besar. Jika nanti menjadi salah satu cabang olahraga prestasi, kami yakin bisa cepat melahirkan atlet-atlet potensial,” ujar Supardi.
Pelantikan dan pengukuhan pengurus PBPI Kota Tegal dilakukan langsung oleh Ketua PBPI Jawa Tengah, Arganto Cahyo Wibowo Pangarso. Dalam struktur kepengurusan tersebut, Wendi Soemardi dipercaya memimpin PBPI Kota Tegal untuk masa bakti 2026-2030.
Dalam sambutannya, Wendi menyampaikan bahwa amanah yang diberikan bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab besar untuk membangun, membina dan mengembangkan olahraga padel di Kota Tegal secara terarah dan berkelanjutan.
“Kami akan fokus pada pembinaan atlet serta penyelenggaraan kompetisi, agar padel di Kota Tegal bisa berkembang dan berprestasi,” kata Wendi.
Sementara itu, Ketua PBPI Jawa Tengah, Arganto Cahyo Wibowo Pangarso, mengucapkan selamat dan sukses atas dilantiknya pengurus PBPI Kota Tegal.
Arganto mengungkapkan, saat ini sejumlah kepengurusan PBPI di Jawa Tengah masih dalam antrean pelantikan.
“Namun Kota Tegal kami lantik lebih dulu, dengan harapan bisa menjadi salah satu magnet perkembangan padel di Jawa Tengah. Ke depan akan ada empat ajang nasional dan atlet-atlet mulai bermunculan. Semoga dari Kota Tegal juga lahir atlet-atlet andalan,” ujar Arganto.
Arganto juga menilai Lapangan Costa Padel Kota Tegal layak menjadi contoh, karena memiliki empat lapangan atau line, yang tergolong sebagai salah satu fasilitas padel terbesar.
“Saya menegaskan, PBPI akan terus berjalan secara inklusif, tidak eksklusif serta terbuka menerima saran dan masukan dari seluruh komponen,” pungkas Arganto.