TEGAL – KONI Kota Tegal secara resmi mengukuhkan kontingen yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi atau Porprov Jawa Tengah XVII Tahun 2026.
Pengukuhan dilakukan oleh Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, di Pendopo Ki Gede Sebayu, Rabu 3 Juni 2026.
Ketua KONI Kota Tegal, Supardi, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil babak kualifikasi atau BK Porprov tahun 2025, sebanyak 27 cabang olahraga dengan 159 atlet berhasil lolos dari total 39 cabor dan 259 atlet yang mengikuti BK.
Namun, dengan mempertimbangkan keterbatasan anggaran serta hasil rapat kerja KONI tahun 2025, diputuskan bahwa kontingen yang diberangkatkan hanya atlet dengan capaian peringkat satu hingga lima.
“Dari hasil tersebut, kami menetapkan 26 cabang olahraga dengan 141 atlet yang akan diberangkatkan ke Porprov Jateng XVII Tahun 2026,” ujar Supardi.
Supardi menambahkan, satu cabang olahraga yang tidak diberangkatkan adalah tenis meja, karena berada di peringkat delapan pada babak kualifikasi.
Kontingen Kota Tegal juga didukung oleh 31 pelatih dan asisten pelatih yang akan mendampingi atlet dalam 108 nomor pertandingan.
Adapun cabang olahraga yang diikuti meliputi barongsai, kempo, menembak, bola basket, tenis lapangan, gate ball, gulat, selam, tinju, muaythai, soft tennis, panahan, aeromodelling, tarung derajat, futsal, sepatu roda, petanque, dance sport, e-sport, biliar, pencak silat, xiangqi, golf, balap sepeda dan akuatik.
Porprov Jawa Tengah XVII Tahun 2026 dijadwalkan berlangsung di Semarang Raya pada 25–31 Oktober 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Supardi menyampaikan bahwa KONI Kota Tegal belum menetapkan target perolehan medali secara resmi.
Namun, pihaknya berharap terjadi peningkatan peringkat dibandingkan Porprov sebelumnya.
“Dengan semangat ‘wani mangkat, peringkat kudu ningkat’, kami berharap posisi Kota Tegal dapat meningkat, minimal berada di peringkat 15 hingga 20,” ungkap Supardi.
Sebagai bagian dari persiapan, KONI Kota Tegal terus melakukan pemantauan kondisi atlet melalui serangkaian program evaluasi, termasuk tes kebugaran atau beep test dan rencana training camp, khususnya bagi cabang olahraga bela diri.
Selain itu, KONI juga menerapkan sistem evaluasi berkelanjutan, termasuk kemungkinan degradasi bagi atlet yang mengalami penurunan performa.
“Kami terus memantau perkembangan atlet. Apabila terjadi penurunan performa, maka akan dilakukan penyesuaian sesuai dengan hasil evaluasi,” jelas Supardi.
Terkait dukungan pembinaan, KONI Kota Tegal telah menyalurkan insentif bagi atlet guna meningkatkan motivasi latihan.
Dengan adanya insentif tersebut, atlet diharapkan dapat menjalankan program latihan secara disiplin dan optimal.
Adapun untuk bonus prestasi, pengajuan anggaran direncanakan pada tahun 2027, dengan estimasi kebutuhan mencapai Rp 3,8 miliar apabila mengacu pada capaian medali sebelumnya.