TEGAL – Perkembangan cabang olahraga E-Sport di Kota Tegal kian menunjukkan tren positif.
Ketua KONI Kota Tegal, Supardi, menegaskan bahwa pembinaan yang konsisten selama beberapa tahun terakhir mulai membuahkan hasil dan membuka peluang lahirnya atlet-atlet berprestasi.
Menurut dia, E-Sport di Kota Tegal ini bukan lagi sekadar tren sesaat. Sudah enam tahun dibangun, sekarang mulai terlihat arah pembinaan yang lebih matang.
“Tahun ini kita sudah berani ikut Porprov Jateng, ini jadi langkah penting untuk menguji kemampuan atlet kita di level yang lebih kompetitif,” ujar Supardi, Sabtu 25 April 2026.
Dikatakan Supardi, ajang kompetisi seperti ‘Jakwire Siteko E-Sport Championship’, menjadi bagian penting dalam proses pembinaan atlet.
Event itu juga dimanfaatkan untuk menjaring talenta muda potensial dari kalangan pelajar dan komunitas.
“Dari event seperti ini kita bisa melihat potensi riil di lapangan,” jelas Supardi.
Meski begitu, tantangan yang perlu diperhatikan yakni memberi pembinaan yang berkelanjutan, agar mereka tidak hanya jago bermain, tapi juga punya mental tanding dan disiplin sebagai atlet.
Lomba E-Sport tersebut digelar dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota Tegal ke-446, hasil kolaborasi Polres Tegal Kota bersama E-Sport Indonesia (ESI) dan KONI Kota Tegal, yang berlangsung di Kafe Njajan, Sabtu 25 April 2026.
Kegiatan ini dihadiri jajaran Forkopimda, Ketua DPRD Kota Tegal, Kapolres Tegal Kota, kepala OPD terkait, perwakilan Bank BNI, Ketua ESI Kota Tegal, serta ratusan peserta yang didominasi pelajar dan komunitas gamer.
Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, dalam sambutannya menegaskan bahwa E-Sport kini telah berkembang menjadi ruang kompetisi yang menuntut kreativitas, strategi, serta kerja sama tim.
“Menjadi gamer bukan hanya tentang bermain, tetapi juga membangun disiplin, kemampuan berpikir cepat, dan mental juara yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan nyata,” ujar Dedy Yon.
Dedy Yon juga mengingatkan para peserta untuk tetap menyeimbangkan antara hobi bermain game dengan kewajiban sebagai pelajar.
Ketua ESI Kota Tegal, Endri Irmawan, menyampaikan bahwa antusiasme peserta dalam kejuaraan ini sangat tinggi.
Total terdapat 136 tim yang berpartisipasi, terdiri dari 76 tim Free Fire dan 60 tim Mobile Legends, dengan total 604 peserta.
“Harapannya melalui ajang ini dapat muncul bibit-bibit atlet E-Sport Kota Tegal yang mampu berkompetisi di tingkat lebih tinggi serta mengharumkan nama daerah,” ujar Endri.
Sementara itu, Kapolres Tegal Kota, AKBP Heru Antariksa Cahya, menilai E-Sport sebagai wadah positif bagi generasi muda dalam mengembangkan kemampuan strategi dan ketahanan mental.
“Menang atau kalah adalah hal biasa, yang terpenting adalah menjunjung tinggi sportivitas. Semoga dari sini lahir atlet-atlet unggul yang dapat membawa nama Kota Tegal ke level yang lebih tinggi,” ujar Heru.